Buka Bersama HATI
Friday, September 28th, 2007Buka bersama sahabat HATI, Jumat (28 September 2007), bertempat di Sekre HATI, Sunken Court. Mulai kumpul pukul 17.00.
Kehadiranmu akan sangat berarti… :)
Buka bersama sahabat HATI, Jumat (28 September 2007), bertempat di Sekre HATI, Sunken Court. Mulai kumpul pukul 17.00.
Kehadiranmu akan sangat berarti… :)
Dimuat di Edisi 2, September 2007
- Disarikan dari sebuah artikel di OpenMind MiniMagz -
Dahulu kala, ratusan - bahkan ribuan - tahun sebelum abad XV M, wilayah Eropa berada pada masa kegelapan (Dark Age). Mengapa demikian? Pada masa itu, masyarakat Eropa hidup dalam kebodohan yang super nyata. Raja-raja dan para bangsawan hidup berfoya-foya, bergelimang harta, sementara rakyatnya hidup sengsara dan menderita.
Kekejaman, penyiksaan, kejahatan, penindasan, pembunuhan, semua dilakukan sehari-hari oleh para raja dan bangsawan terhadap rakyat mereka. Parahnya, semua perbuatan maha-durjana itu dilakukan atas nama agama! Nasrani - agama resmi bangsa Eropa saat itu - disalahgunakan dan diotak-atik oleh para pendetanya, guna menghalalkan penghisapan keringat dan darah rakyat oleh para penguasa.
Hmm… sulit memang, ketika sistem mengajarkan kita kebodohan yang bersampul pengetahuan. Ketika kita dipaksa menelan butiran sampah yang beraroma harum. Sampah tetap saja sampah.
Apa yang mampu kita lakukan? Bila tirani dijawab dengan keterbatasan, semuanya menjadi tak berarti, karena keterbatasan adalah ketidaksempurnaan yang akan memutuskan aliran-aliran pemikiran.
Tapi, tak apalah. Setidaknya kita masih bisa mengoceh dan bernyanyi, meskipun hanya di dalam hati. Sebatas menghilangkan kepenatan jiwa yang dihadiahkan para pemain teater pemerintahan.
Salam perubahan!
Saat ini kita berada di awal bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Pada bulan ini, masjid-masjid yang biasanya sepi, dipenuhi oleh para jemaah. Al Quran yang biasanya tersimpan rapi di lemari, kini ramai dibaca orang. Media televisi pun kini diramaikan dengan acara-acara yang berbau religius.
Ya, Ramadhan memang bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Hari-hari dan malamnya merupakan waktu yang mulia. Alangkah ruginya jika kesempatan ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Alhamdulillah, media pengopinian Suara HATI ini sudah terdaftarkan di Aggregator situs pusat Institut Teknologi Bandung.
Teman-teman dapat melihatnya di sini.
Ayo, kalau ada artikel atau tulisan yang memang pantas untuk ditampilkan di sini, kirimkan, ya!
Hidup di zaman seperti ini, mirip hidup di alam kegelapan. Yang kami maksud dengan kegelapan bukanlah seperti zaman kegelapan (dark age) yang pernah melanda Eropa pada abad pertengahan dulu. Tetapi, kegelapan ini sifatnya global. Seluruh dunia merasakannya.
Bayangkan kalau kamu ada di suatu tempat yang nggak ada sumber cahaya sedikit pun, gimana rasanya? Pasti serba sulit, kan? Kamu nggak bisa melihat suatu benda dengan benar. Kamu cuma bisa mengandalkan telinga, hidung, atau indera peraba. Waktu kamu nemuin sesuatu yang melenguh, berbulu, dan besar, mungkin kamu bakal mengira kalau itu kerbau atau sapi. Padahal, bisa saja itu orang yang badannya gede, suaranya mirip sapi, dan badannya penuh bulu.(!?)
Buletin Suara HATI ed. 1, Agustus 2007
Beberapa waktu lalu, kita masyarakat Indonesia dihadapkan pada suatu event yang katanya sangat penting bagi semua orang. Setiap bagian dan lapisan masyarakat sibuk untuk berpartisipasi dalam event yang cuma setahun sekali itu. Yah, tepatnya 17 Agustus lalu, segenap masyarakat merayakan hari kemerdekaan. Akan tetapi, benarkah kita sudah merdeka?
Hmm, sulit untuk menilai, apakah kita sudah benar-benar merdeka atau belum. Kita memang sudah tidak dijajah lagi oleh negara lain. Kita memang sudah tidak ditindas lagi oleh kolonialisme. Tetapi, praktek monopoli, mahalnya pendidikan, tingginya harga-harga, hukum yang berpihak pada orang kaya, ditambah lagi dengan perlombaan korupsi yang membuat rakyat semakin menderita, bukankah ini penindasan? Jadi, sekali lagi, benarkah kita sudah merdeka?